wartamerdeka.com

Jum 25 07 2014

Last update04:21:56 PM GMT

Kita Berada di: Warta Nasional 1 Politik Perilaku Homoseksual Bupati Rokan Hulu Drs. Achmad, M.Si Dapat Sorotan
Keliru
  • JFolder::create: Could not create directory

Perilaku Homoseksual Bupati Rokan Hulu Drs. Achmad, M.Si Dapat Sorotan

  • PDF

ROKAN HULU (wartamerdeka.com) – Bupati Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Drs. H. Achmad, M.Si kini tengah mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan di Riau, akibat perilaku homoseksualnya.  Bupati Rohul yang hendak mencalonkan diri sebagai Gubernur  Riau dalam Pemilukada Provinsi Riau itu,  dinilai cacat moral dengan perilaku seks menyimpangnya itu.

 

Beberapa saksi mata pernah memergoki perilaku  seks  menyimpang Bupati  tersebut. Termasuk beberapa wartawan yang biasa bertugas di lingkungan Pemda Rokan Hulu. “Awalnya saya tidak begitu percaya dengan gosip yang beredar selama ini. Namun saya mulai yakin, ketika  wawancara khusus dengan dia (Achmad). Dia suka pegang-pegang saya,” kata sejumlah wartawan di Pemda Rokan Hulu, Kamis (9/5/2013).

Pernyataan senada juga disampaikan mantan Sekertaris Dewan DPRD Rokan Hulu, Akmal JS. Menurutnya penyimpangan seksual yang dilakukan Bupati tersebut sudah cukup lama.  Ia mengetahui Achmad  seorang homoseks waktu Bupati tersebut kuliah di IPDN, sekitar tahun 1989. ”Waktu itu ia (Achmad-red) pacaran dengan  dengan salah satu siswa IPDN juga. Saya pernah memergoki dia berciuman dengan pasangan homonya,” ungkap  Akmal.

Perilaku menyimpang  Achmad tersebut berlanjut sampai saat ini. Hampir sebagian besar pejabat di lingkungan Pemda Provinsi Riau dan Pemda Rohul, tahu penyakit  Achmad tersebut. Tak sedikit di antara para staff  Roka Hulu yang telah menjadi korbannya. “Mereka biasanya diiming-imingi jabatan sebagai barter. Hampir setiap malam, ada saja pejabat dan staff Pemda Rokan yang dipanggil ke rumahnya, ” tambah Akmal.

Hal senada juga disampaikan mantan staff Achmad, Gusmansyah. Menurut Gusmansyah, istri Achmad, Magdalifni serta mantan Wakil Bupati Rokan Hulu periode 2006-2011 Sukiman, juga mengetahui perilaku Achmad tersebut. Bahkan Sukirman merupakan salah satu korban Achmad.

“Semasa menjadi Wakil Bupati, Sukirman pernah digauli Achmad juga. Ia (Sukirman) sempat ditulari perilaku menyimpang tersebut oleh Achmad,” ungkap Gusmansyah.
Sedangkan berdasarkan hasil investigasi beberapa media lokal di Rokan Hulu, Achmad biasanya melakukan perbuatan tak bermoral dan menyimpang tersebut di rumahnya. Ia kerap memanggil staff dan pejabat yang dia minati, pada malam hari (di atas jam 21.00 WIB - dini hari).

Mereka biasanya melakukan perbuatan  tidak bermoral tersebut di dalam kamar Achmad. “Kamar pribadi Achmad terbagai menjadi dua ruangan. Ruangan pertama digunakan untuk menyalurkan hasrat terkutuknya. Sedangkan ruangan kedua ditempati oleh istrinya.  Jadi di dalam kamar ada kamar,” ujar  RH, salah satu wartawan media lokal di Rohul.

Sementara itu, beberapa warga Desa Bangun Purba,Rohul mengaku, telah mendengar cukup lama tentang kabar Bupati Achmad yang homoseksual. Tak sedikit di antara mereka yang penasaran dan meminta sang Bupati berterus terang. Pasalnya, selama ini Achmad selalu membungkus penampilanya sebagai orang yang agamis.

“Saya memang sering mendengar Bupati Rokan Hulu disebut-sebut homoseksual. Terus terang ini mengganggu juga. Sebaiknya Achmad menklarifikasinya. Kita tak mau dipimpin oleh orang yang munafik. Lain penampilan lain pula kelakukannya,” ujar Anto salah seorang warga Desa Bangun Purba.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang warga Desa Pasir pangairan, Ridwan. Menurutnya, memang ada tanda-tanda tidak beres dari sikap Achmad selama memimpin Rokan Hulu. Hal ini terlihat dalam memilih para pejabat dan ajudan.

“Kalau dilihat-lihat pejabat yang dipilih umumnya punya penampilan yang cukup gagah, apa lagi ajudannya,” katanya.

Ridwan berharap, kabar yang telah menjadi rahasia umum tersebut benar-benar diungkap, agar tidak menjadi bala atau malapetaka bagi Rokan Hulu. Para pemuka agamanya hendaknya bersikap objektif dalam menyikapi masalah ini, agar masyarakat tidak menjadikan oran gyang tidak bermoral sebagai imam dan pemimpin.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyatakan haram hukumnya umat Islam memilih pemimpin yang memiliki kelainan seksual seperti itu. “Pilihlah pemimpin yang yang baik akhlak dan moralnya. Jangan yang suka maksiat, apa lagi memiliki perilkau seks menyimpang,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, Prof. DR. Hasanuddin AF.

Lebih lanjut Hasanuddin menjelaskan, jangan sampai peristiwa di masa Nabi Luth as, terulang lagi. “Di zaman Luth as, banyak masyarakat yang menyukai sesama jenis atau homo. Allah SWT telah memperingatkan mereka melalui nabi Luth, tapi mereka membangkang. Mereka akhirnya dimusnahkan Allah dengan gempa dahsyat yang menghancurkan Kota Sodhom,” tambah Hasanuddin.

Sedangkan Achmad sendiri tidak mau menanggapi tentang isu homo yang menerpanya itu. “Saya tak mau mengomentari,” katanya kepada media lokal Riau. (pan)

DISQUS MENYIAPKAN RUBRIK KOMENTAR INI