wartamerdeka.com

Kam 24 04 2014

Last update01:22:52 PM GMT

Kita Berada di: Warta Nasional 1 Ekonomi PLTU Tuban Didemo Warga

PLTU Tuban Didemo Warga

  • PDF

TUBAN (wartamerdeka.com) - Ratusan warga melakukan memblokade pintu masuk di lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di desa Wadung, kecamatan Jenu kabupaten Tuban, Jumat (02/11/2012), akibatnya aktifitas proyek lumpuh total. Selain kendaraan proyek, tak bisa masuk dan harus diparkir di sepanjang jalan masuk, ribuan pekerja juga tak bisa masuk ke areal lokasi.



Dalam aksinya, ratusan warga ring 1 itu menuntut perusahaan untuk memenuhi janjinya terkait dana CSR dan perekrutan tenaga kerja dari warga sekitar.

"Kami sudah bosan dibohongi oleh PLTU. Berbagai janji tak pernah ditepati. Mulai dari masalah CSR, rekrutmen tenaga kerja lokal dan sebagainya selalu hanya sebatas janji," ujar Said, salah satu warga setempat yang ikut dalam aksi itu.

Selain itu, warga juga menuntut perusahaan untuk memecat dua orang  Humas PLTU, yakni, Warsidi dan Indra dari jabatannya. Mjenurut pengunjukrasa dua pejabat humas itu yang dianggap paling sering memberikan janji ke warga dan tidak pernah terealisasi.

"Untuk masalah limbah proyek, dua tahun lalu warga dijanjikan bisa mengelola limbah. Tapi, sampai sekarang pengelolaannya dilakukan sendiri oleh pihak PLTU tidak pernah diserahkan pada warga," papar Ardi, yang merupakan korlap dalam aksi tersebut.

Menanggapi aksi itu, pihak PLTU berjanji akan memenuhi tuntutan warga. Salah satunya dengan memindah tugaskan Warsidi dan Indra ke tempat lain. "Kami menyetujui, dan akan mengusahakan pemindahan Pak Warsidi dan Pak Indra," kata Danang, perwakilan PT PLTU saat menemui massa aksi usai melakukan rapat koordinasi dengan manajemen PLTU.

Dia berharap, ini bisa menjadi solusi untuk pemecahan masalah tuntutan warga. Karena untuk memecat dua pejabat perusahaan itu ada peraturan yang mengatur, karena dua pegawai itu bekerja melalui rekrutmen nasional.

Setelah tuntutan mereka disetujui oleh pihak PLTU, akhirnya ratusan warga dari Desa Wadung, Kecamatan Jenu itu membubarkan diri. Dalam aksinya mereka mendapatkan kawalan dari petugas kepolisian Polres Tuban untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (mas)

 

DISQUS MENYIAPKAN RUBRIK KOMENTAR INI